<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028</id><updated>2011-11-13T15:33:46.635-08:00</updated><category term='Curhat aja deh..'/><category term='Life'/><category term='Iseng'/><category term='Cinta'/><title type='text'>A Little Piece of Me</title><subtitle type='html'>Some things are easier to be written than told</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-3310332250698993577</id><published>2011-08-16T07:58:00.001-07:00</published><updated>2011-08-16T08:21:36.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Berbahagialah,,,</title><content type='html'>Beberapa jam sebelum angka umur saya bertambah satu..ditemani si kecil yang sedang tertidur lelap, sementara suami sedang asik test drive mobil yang baru rampung diservis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini malam Nuzulul Quran, ah..si ima ini..bukannya shalat tarawih dan tadarus..malah sibuk berkutat dengan internet dan berbagai jejaring sosialnya..berpindah-pindah dari laptop ke Blackberry. Dengan dalih menunggu si Abang untuk shalat tarawih berjamaah, saya "kabur" ke laptop saja :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bingung, tidak tahu sedang dimana Allah menempatkan saya. Bagaimana saya harus berbuat, dan membuat saya meragukan pilihan-pilihan yang telah saya buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah lama menunggu untuk sebuah titik ini dalam kehidupan saya. Setelah selama ini begitu banyak yang terjadi, kesedihan yang sudah saya coba nikmati sendirian, Allah akhirnya mengirimkan kedua pria ini ke dalam hidup saya. Membuat saya merasa punya arti untuk ada di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi justru di titik itu, lagi-lagi ujian lain muncul. Membuat saya meragukan kebenaran atas pilihan-pilihan hidup yang telah saya ambil dalam 3 tahun terakhir ini. Saya membuat pilihan, yang saya tahu resikonya. Saya tidak pernah mengeluhkan apapun tentang konsekuensinya. Karena saya tahu, inilah pilihan saya dan saya akan menanggung konsekuensi apapun yang harus saya jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang saya bertanya-tanya, salahkah semua pilihan yang telah saya buat? Saya bahagia dengan ini semua, &lt;em&gt;finally. &lt;/em&gt;Saya hanya ingin orang-orang yang saya sayangi, sebagian alasan yang membuat saya memilih beberapa pilihan itu, ikut bahagia untuk saya. Hanya itu saja.&lt;br /&gt;Saya tidak minta mereka meringankan beban saya. Saya tidak minta mereka melakukan apa-apa untuk saya. Hanya, berbahagialah untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu akan lebih dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sebagai hadiah ulang tahun saya yang ke-24 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak minta kado apapun,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak minta mereka hadir di sini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mengetahui mereka berbahagia untuk saya,,sungguhlah lebih dari sekedar cukup..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..saya rindu Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*beranjak ke kamar mandi dan mengambil air wudhu..&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-3310332250698993577?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/3310332250698993577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=3310332250698993577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/3310332250698993577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/3310332250698993577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2011/08/berbahagialah.html' title='Berbahagialah,,,'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-5456248789551412573</id><published>2011-06-09T18:19:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T20:28:36.213-07:00</updated><title type='text'>Sebentar Saja..</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Air mata ini tetap mendesak keluar ketika saya sendirian. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Not literally alone,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;bahkan saat di dalam mobil jemputan kantor dan semua orang tertidur pulas, saya tetap ingin menangis. Saat saya "sendirian" di pojok ruangan kantor saya&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;which is actually&lt;/span&gt; berisi 13 orang) bergelut dengan excel dan email, dada saya serasa ditindih beban puluhan ton. Rasanya bersak-sak bahan baku dari gudang di lantai 1 sana dipindah ke atas dada saya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I miss my Dad..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, dan apa hubungannya, saya malah merindukan ayah saya. Walaupun saya tidak tahu, apakah beliau akan memperlakukan saya lebih baik dari ini. Setidaknya, saya berharap seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya gambaran seorang ibu? Mampukah saya menjadi seorang ibu yang lebih baik dari ini? Bagaimana saya harus memperlakukan anak saya sehingga dia tidak merasakan apa yang saya rasakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lelah. Sudah bertahun-tahun saya lelah. Saya hanya ingin istirahat. Sebentar saja...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-5456248789551412573?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/5456248789551412573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=5456248789551412573' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/5456248789551412573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/5456248789551412573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2011/06/sebentar-saja.html' title='Sebentar Saja..'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-1215811246032810720</id><published>2009-01-05T03:10:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T03:21:37.061-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Tiap Kau Jatuh Hati</title><content type='html'>&lt;style type="text/css"&gt; &lt;!--   @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;  &lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Rasanya aneh merasakan semua kenangan itu merangkak naik kembali ke pikiranku, merasuki otakku dan meracuni hatiku dengan rasa sakit yang tipis, namun terasa jelas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bukan pertemuanku dengan sahabat lama yang membangkitkan kembali semua masa lalu yang telah kukubur dalam-dalam itu. Hanya sebaris kalimat yang justru seharusnya menyadarkanku, justru membuatku kembali tercekat dengan semua perasaan ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;“Kalau kamu aja belum bisa menerima diri kamu sendiri, gimana orang lain bisa,”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Itu kata-kata Olaf di film Claudia/Jasmine yang seketika menghantam kesadaranku di tempat yang terdalam.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Rasa tidak layak itu kembali, justru saat aku seharusnya merasa paling layak. Aku memandangi diriku di cermin. Apa yang begitu salah di dalam diri ini hingga ia begitu membencinya? Hingga sampai 9 tahun perkenalan kami, aku tak juga layak di matanya, bahkan untuk sekedar jadi sahabatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Satu kalimat terakhir yang masih membekas di mataku - bahkan sejujurnya, di hatiku - sms terakhirnya yang mengatakan, "Kamu emang gak pernah berubah," dengan nada sinis yang selalu sama. Tidak pernah mengertikah ia selama 8 tahun persahabatan kami? Atau kami memang tidak pernah bersahabat?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sampai saat ia mengenalkan seorang wanita di resepsi pernikahan kakakku, saat aku bertanya, "Siapa nih?" dengan nada yang sengaja dibuat terkesan jail namun tak sedikit pun kurasa keusilan di sana. Aku masih merasa, am I that bad just to know you did that because u're already have a girl now?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kamu selalu aneh saat kamu jatuh hati. Padahal aku cuma ingin kamu bisa buat aku tahu alasan kamu bersikap begitu karena kamu sedang jatuh hati.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aku kembali menatap cermin, mengembangkan senyum 2 cm ke kanan dan kiri. Aku tahu mulai hari ini, aku layak untuk seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berbagi takdir kita selalu, kecuali tiap kau jatuh hati..&lt;/span&gt;" (Dewi Lestari-Malaikat Juga Tahu)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-1215811246032810720?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/1215811246032810720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=1215811246032810720' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/1215811246032810720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/1215811246032810720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2009/01/tiap-kau-jatuh-hati.html' title='Tiap Kau Jatuh Hati'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-7043005582443665091</id><published>2008-11-03T20:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T20:29:39.591-08:00</updated><title type='text'>True</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;span class="txt_1"&gt;I won't talk&lt;br /&gt;I won't breathe&lt;br /&gt;I won't move till you finally see&lt;br /&gt;that you belong with me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you might think&lt;br /&gt;I don't look&lt;br /&gt;but deep inside in the corner of my mind&lt;br /&gt;I'm attached to you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm weak&lt;br /&gt;it's true&lt;br /&gt;cause I'm afraid to know the answer&lt;br /&gt;do you want me too?&lt;br /&gt;cause my heart keeps falling faster&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've waited all my life to cross this line&lt;br /&gt;to the only thing thats true&lt;br /&gt;so I will not hide&lt;br /&gt;i'ts time to try anything to be with you&lt;br /&gt;all my life I've waited&lt;br /&gt;this is true&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you don't know&lt;br /&gt;what you do&lt;br /&gt;everytime you walk into the room&lt;br /&gt;I'm afraid to move&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm weak&lt;br /&gt;it's true&lt;br /&gt;I'm just scared to know the ending&lt;br /&gt;do you see me too?&lt;br /&gt;do you even know you met me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know when I go&lt;br /&gt;I'll be on my way to you&lt;br /&gt;the way that's true&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-7043005582443665091?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/7043005582443665091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=7043005582443665091' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/7043005582443665091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/7043005582443665091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2008/11/true.html' title='True'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-9039270123479139932</id><published>2008-09-17T05:47:00.000-07:00</published><updated>2008-09-17T06:45:32.926-07:00</updated><title type='text'>When U Say Nothing At All</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; It's amazing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; How you can speak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Right to my heart&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Without saying a word,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; You can light up the dark&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Try as I may&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; I could never explain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; What I hear when&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; You don't say a thing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; The smile on your face&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Lets me know&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; That you need me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; There's a truth&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; In your eyes&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Saying you'll never leave me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; The touch of your hand says&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; You'll catch me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Whenever I fall&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; You say it best&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; When you say&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Nothing at all&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; All day long&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; I can hear people&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Talking out loud&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; But when you hold me near&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; You drown out the crowd&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; (The crowd)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Try as they may&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; They could never define&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; What's been said&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Between your&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Heart and mine&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;The smile on your face&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Lets me know&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; That you need me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; There's a truth&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; In your eyes&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Saying you'll never leave me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; The touch of your hand says&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; You'll catch me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Whenever I fall&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; You say it best&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; When you say&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Nothing at all&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;*Ronan Keating&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-9039270123479139932?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/9039270123479139932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=9039270123479139932' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/9039270123479139932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/9039270123479139932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2008/09/when-u-say-nothing-at-all.html' title='When U Say Nothing At All'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-1779457479162603582</id><published>2008-07-22T18:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T19:40:38.358-07:00</updated><title type='text'>Work..work..work</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Sejak hari Selasa minggu lalu (15/7) saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;officially &lt;/span&gt;jadi pegawai (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;uh&lt;/span&gt;..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;i don't like to mention this word, but have to accept that it's the fact&lt;/span&gt;..) di sebuah perusahaan kosmetik di Tangerang. Resmi pulalah saya jadi warga Bandung-Jakarta-Tangerang (rumah di Bandung, tinggal di Jakarta, kerja di Tangerang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan tempat saya bekerja ini memang bukan perusahaan besar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Not that multinational oil company &lt;/span&gt;yang jadi incaran kebanyakan teman-teman sejurusan, seangkatan, maupun sealmamater saya.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Never mind i think, &lt;/span&gt;wong saya juga memang tidak pernah bercita-cita untuk kerja di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oil company &lt;/span&gt;kok. Bukan bermaksud menghibur ataupun membela diri, tapi melihat fakta bahwa tawaran kerja ini menghampiri saya bahkan sebelum saya lulus kuliah, rasanya kesempatan ini terlalu bagus untuk dilewatkan begitu saja. Belum lagi dengan tawaran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salary &lt;/span&gt;yang menurut saya cukup lumayan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;again, &lt;/span&gt;memang tidak sebesar gaji &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oil company&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..^^&lt;span style="font-style: italic;"&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;berdasarkan standar perusahaan pada umumnya untuk seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fresh graduate. &lt;/span&gt;Ditambah dengan lingkungan kerja yang menurut saya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;amat sangat menyenangkan &lt;/span&gt;berdasarkan pengalaman selama kerja praktek 1,5 bulan di perusahaan ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Do you have any reason to resist this job offer?&lt;/span&gt; Yah..walaupun saya tahu persis beban kerja yang diberikan di sini, apalagi di posisi yang sementara ini saya tempati, saya pikir pekerjaan ini masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;worth with things i mentioned before&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama kerja, datang dengan hati senang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;First day at work,&lt;/span&gt; masih penasaran seperti apa rasanya. Jam istirahat datang juga, tapi membawa kabar tentang perubahan yang cukup membuat saya shock hari itu. Memasuki ruangan divisi tempat saya bertugas saat KP dulu, serasa nostalgia (tapi tanpa empat teman saya yang selalu bikin ribut di ruangan yang isinya hampir cowok semua. Hm..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I miss those time guys&lt;/span&gt;..). Tapi formasi divisi sekarang sudah berubah, banyak orang baru, dan semuanya wanita. 6 jam di ruangan itu sempat mendengar beberapa kalimat yang membuat saya makin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;down &lt;/span&gt;setelah kabar perubahan yang saya terima saat istirahat tadi. Beberapa hari kemudian semakin banyak kabar yang membuat saya semakin shock. Kebanyakan memang cerita dari rekan sekantor tentang atasan. Beberapa hari itu pula saya mencoba menenangkan diri, ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;positive thinking&lt;/span&gt; dan meyakinkan diri sendiri bahwa ini hanyalah bagian dari kehidupan di dunia kerja. Bukankah berita-berita tentang keburukan atasan selalu beredar di semua kantor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan atasan yang dimaksud tidak kunjung datang ke pabrik. Padahal masih banyak hal yang ingin saya bicarakan. Banyak hal yang ingin saya pastikan. Tentang perjanjian kerja kami di awal. Yang saya tahu selama KP, beliau memang tidak pernah bermasalah, bahkan lebih baik dari bos manapun yang pernah saya tahu. Awal minggu ini si bos akhirnya muncul juga. Dengan wajah tanpa dosa. Untungnya dia masih meyakinkan pada saya semua akan berjalan sesuai perjanjian awal. Hanya tinggal tunggu waktu. Hm, saya hanya bisa berkata pada diri sendiri, harus banyak-banyak sabar ya ma.. Saya masih punya keyakinan bahwa semua hal akan terjadi jika waktunya tiba. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's just not the right time yet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TA saya gimana ini, TA saya? Hh..saya juga bingung. Bapak Abdul Hakim Halim a.k.a pembimbing saya minggu lalu tidak ada di Bandung, dan hari Sabtu ini saya baru bisa ketemu lagi untuk bimbingan. Tapi selama 2 minggu ini  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;no progress at all&lt;/span&gt;. Bingung juga mau ngerjain apa, belum tau apa yang harus direvisi dari 'setoran' terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serius, serius, serius, kerja itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tough but fun.&lt;/span&gt; Kadang masih belum bisa menyadari bahwa ini beda dari jaman kuliah dulu. Apalagi jadi pegawai baru &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sendiri&lt;/span&gt;. Kadang bisa bikin stress sendiri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But i'm sure i'll through this all, like everybody does. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's just a matter of time. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tiga minggu sendiri di pabrik karena Sari yang tidak kunjung datang mungkin akan membuat saya lebih mandiri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kangen Bandung, kangen kampus, kangen KBL, kangen semua...*kita gak bisa balik lagi ke jaman kuliahan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-1779457479162603582?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/1779457479162603582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=1779457479162603582' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/1779457479162603582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/1779457479162603582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2008/07/workworkwork.html' title='Work..work..work'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-1687688506966299586</id><published>2008-07-18T01:29:00.001-07:00</published><updated>2008-07-18T03:55:29.884-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Without Commitment (Part I)</title><content type='html'>&lt;p&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Play with other’s feeling.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; That’s what you like to do.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; That ’s what you’re best at.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Near, you say words to express how much you care.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Far, you play like you never know me.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; You’re so sweet like artificial sweetener&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Then your ignorance ruins all the good tastes like bitterness of the aftertastes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; You keep switching between sensitive-insensitive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; You’re mad when you notice someone hurt me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Yet you don’t care when it’s you who’s hurting me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; You offer me your hands before you pierce my heart apart&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; You play as you like&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Yes, you are such a mystery&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; An enigma is just what you are&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Intrigue is your favourite game&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;To be trapped in such a whirlwind is boring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Hey, it’s enough when i said enough&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; It’s time for a revenge&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Time to play the game&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; I’ll kick the ball away, like you often did on the field&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Time to be a whirlwind myself&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; I’ll hurl you down , crush you onto the earth&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; I’ll laugh at your crumbled remains&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Maybe it’ll teach both of us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; The meaning of mutual relationship&lt;/span&gt;"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(http://aitoanything.wordpress.com/2008/07/15/lagi-lagi-no-good-for-me/, diakses pada tanggal 18 Juli 2008)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya menemukan tulisan ini secara tidak sengaja ketika saya berusaha "membunuh waktu" dengan melihat-lihat blog demi blog &lt;span style="font-style: italic;"&gt;link&lt;/span&gt;-nya tidak sengaja saya temukan di blog teman-teman saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan ini mengingatkan saya pada sebuah fenomena (bahasanya lebay amat...) yang terjadi di lingkungan (teman-teman dekat, red) saya belakangan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Call it &lt;/span&gt;HTS (hubungan tanpa status), TTM (teman tapi mesra), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;substitute, friends with benefit,&lt;/span&gt; atau apalah. Yang jelas hubungan ini adalah kedekatan antara seorang pria dan seorang wanita tanpa komitmen apapun diantara keduanya. Yang membuat saya bingung dengan 'fenomena' ini adalah, apa sih bedanya hubungan semacam ini dengan "PACARAN"?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat saya membuka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;inbox&lt;/span&gt; ponsel salah seorang teman saya (tentunya atas seizin dia), saya menemukan banyak SMS bertuliskan "Sayang","Kangen kamu", "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good night hun..&lt;/span&gt;" dan SMS sejdari seorang pria yang saya tahu bukan pacarnya. Keliatannya orang ini cukup menikmati hubungan seperti ini, meskipun si pria menginginkan hubungan yang lebih serius (menikah beberapa tahun lagi misalnya).&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-1687688506966299586?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/1687688506966299586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=1687688506966299586' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/1687688506966299586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/1687688506966299586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2008/07/without-commitment-part-i.html' title='Without Commitment (Part I)'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-3263515032066929425</id><published>2008-06-30T20:54:00.000-07:00</published><updated>2008-06-30T21:36:58.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Dunia Itu Sempit</title><content type='html'>Hari ini akhirnya saya bisa menyempatkan diri duduk di depan komputer  berkoneksi internet. Fiuh...setelah dua minggu menjadi &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;'katak dalam tempurung'&lt;/span&gt; yang kerjanya cuma mondar-mandir&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; kamar-LSP &lt;/span&gt;(kesannya kamar saya ada di sebelahnya LSP gitu ya?) alias &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rumah-kampus&lt;/span&gt; (itu pun cuma ketemu pembimbing doang trus pulang lagi) yang perjalanannya saja kadang lebih lama dari bimbingannya, saya bisa mampir ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Comlabs &lt;/span&gt;dulu. Keterlambatan saya yang berujung dimarahin pembimbing malah membuat saya akhirnya punya waktu luang untuk me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;refresh&lt;/span&gt; eksistensi saya di dunia maya (ceileh..bahasanya).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Ternyata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;email&lt;/span&gt; Yahoo! saya penuh dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unread message&lt;/span&gt;. Kebanyakan dari milis TI2004. Undangan pernikahan yang sudah dikirim satu minggu lalu pun baru saya baca hari ini. Banyak juga email dari Facebook, berhubung banyak sekali kegiatan foto-foto yang saya ikuti minggu lalu. Rupanya si empunya kamera sudah mengupload ke account facebook masing-masing dan men&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-tagged&lt;/span&gt; nama-nama di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selesai mengecek facebook dan friendster, saya mencoba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog walking&lt;/span&gt;. Banyak yang menarik. Saya mencoba membuka salah satu blog milik teman saya yang kini bekerja di Jakarta. Saya coba buka salah satu link di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogroll-&lt;/span&gt;nya. Milik seorang wanita yang entah berkuliah di mana, tinggal di mana, tapi yang saya kagetkan ternyata dalam blog tersebut ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;link&lt;/span&gt; ke blog salah satu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mantan ketua himpunan jurusan saya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-style: italic;"&gt;What a small world&lt;/span&gt;! Dari satu teman saya yang sama sekali tidak ada kaitan dengan kampus saya, hanya dengan dua tingkat pertemanan saja saya sudah menemukan lingkaran yang menghubungkan semua orang ini. Dunia ini memang sempit ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-3263515032066929425?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/3263515032066929425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=3263515032066929425' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/3263515032066929425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/3263515032066929425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2008/06/dunia-itu-sempit.html' title='Dunia Itu Sempit'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-1799298088699889181</id><published>2008-03-16T21:36:00.000-07:00</published><updated>2008-03-16T21:46:00.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat aja deh..'/><title type='text'>Musibah atau Berkah?</title><content type='html'>Ini sudah kedua kalinya saya absen kelas pemodelan gara-gara terlambat bangun. Aneh, padahal tiap jumat saya bisa bangun maksimal jam 6 pagi untuk kuliah KPB jam 7(meskipun karena tahu dosennya tidak pernah datang tepat waktu, sehingga saya tetap saja tiba di kampus jam setengah 8 pagi). Tapi, itu kan tidak menghilangkan fakta bahwa saya bisa bangun pagi? Saya sedikit menyesal karena tertidur lagi setelah sahur dan shalat subuh tadi. Bukannya apa-apa, sayang sekali kalau saya harus melewatkan dua kali kuliah ini dengan alasan yang sama sekali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unacceptable.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan, bukan karena saya naksir dosennya yang kata cewek2 di jurusan saya ganteng itu. Sumpah!(Mengantisipasi tuduhan seorang oknum yang tidak bertanggungjawab yang akan mencemarkan nama baik saya^_^)&lt;br /&gt;Cuma sayang aja..Masalahnya si dosen ini termasuk orang yang sangat sibuk, saking sibuknya, sampai sekarang dia sudah 5 kali absen ngajar, dikurangi dua kali minggu lalu saat beliau sakit.&lt;br /&gt;Katanya sih dosen ini memang bukan tipe dosen yang mementingkan absen. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But, who knows?&lt;/span&gt; Bisa saja di akhir semester ia berubah pikiran dan memberi nilai E pada siapa saja yang absennya kurang dari 80% kehadiran dia. Dan mengingat kehadiran beliau saja sedikit, berapa absen yang diperbolehkan untuk mahasiswa ?&lt;br /&gt;Saya sendiri sudah merencanakan 1 kali absen tambahan setelah ini untuk mengambil data untuk kepentingan TA saya di Tangerang. Makanya, saya cukup panik dengan keterlambatan saya hari ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mungkin karena darah Sunda memang sangat kental di tubuh saya, ada saja yang saya syukuri. (Kata orang, orang sunda selalu berkata "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untung we.."&lt;/span&gt; - untung saja). Setelah beberapa saat duduk di depan Lab POSI, saya akhirnya turun ke lantai 3, tepatnya masuk ke perpustakaan dengan 2 tujuan :&lt;br /&gt;1. Mengembalikan buku dan memperpanjang peminjaman buku&lt;br /&gt;2. Browsing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sampai di sini tujuan saya yang kedua tidak tercapai. Tiga dari 10 komputer mati karena masalah  listrik. Tapi, setelah saya melirik ke kanan sedikit, seseorang yang menghilang beberapa waktu ini sedang duduk di sana.&lt;br /&gt;Yah, berhenti sampai situ aja deh..Kalau dilanjutkan, kelihatannya bisa bahaya..:P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-1799298088699889181?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/1799298088699889181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=1799298088699889181' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/1799298088699889181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/1799298088699889181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2008/03/musibah-atau-berkah.html' title='Musibah atau Berkah?'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-4631641575467381893</id><published>2008-02-17T22:07:00.001-08:00</published><updated>2008-02-17T22:24:50.550-08:00</updated><title type='text'>CHANGE</title><content type='html'>Kayaknya mulai saat ini akan ada satu topik yang terus menerus akan jadi pembicaraan hangat di rumah saya. PERSIAPAN PERNIKAHAN. Whoops, tunggu dulu..bukan pernikahan saya kok..tenang aja..kalo saya yang nikah saya pasti bikin publikasi. Hha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kakak saya tahun ini menginjak umur 24 tahun. Menurut saya umur yang cukup untuk menikah. Actually, saya juga memang punya target buat menikah di umur segitu which is masih sekitar 3,5 tahun lagi. Jadi, untuk yang satu itu memang belum terpikir di benak saya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat ini&lt;/span&gt;(kalo dulu pernah sih..hahaha..). Sebenarnya saya agak excited dengan pernikahan kakak saya yang tadinya bakal dilaksanakan bulan April. Tapi, ternyata, setelah melalui beberapa kali analisis feasibilitas akhirnya diundur mungkin sampai Bulan Juli atau Agustus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yah..sebenarnya saya bisa menghela napas sedikit..Bukannya apa-apa..Seandainya kakak saya sudah menikah nanti dan diboyong oleh suaminya ke rumah mertua, berarti saya akan menggantikan posisinya sebagai person in charge di rumah saya. Untuk dua bulan ke depan saya merasa agak belum siap. Pertama, saya masih punya kegiatan kuliah yang ngga bisa saya tinggalkan, terlebih untuk mempermulus jalan saya untuk bisa lulus secepatnya. Kedua, walaupun saat ini toh saya sudah bisa mengisi sendiri dompet saya dengan usaha saya sendiri, rasanya semua itu belum bisa memenuhi apa yang keluarga saya butuhkan jika tidak ada support dari kakak saya seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya agak takut dengan hal-hal itu. Sepertinya tahun ini akan banyak terjadi perubahan di hidup saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-4631641575467381893?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/4631641575467381893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=4631641575467381893' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/4631641575467381893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/4631641575467381893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2008/02/change.html' title='CHANGE'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-8154038473657125127</id><published>2008-02-10T23:21:00.000-08:00</published><updated>2008-07-18T03:58:32.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Kayak Drugs Ya..</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ditulis pada 9 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang tidak fokus. Entah kenapa. Saat ini jam di PC saya menunjukkan pukul 11.19. Belum waktunya saya tidur memang, karena saya juga belum merasa mengantuk. Di hadapan saya ada setumpuk majalah Gogirl selama setahun, foto angkatan SMP saya, sepasang speaker PC, sebuah bolpen hitam dan tentu saja satu set PC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto angkatan SMP..Hm..saya jadi teringat sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Ia berdiri tepat di bagian tengah foto. Orang pertama yang membuat saya patah hati. Haha..yah, begitulah..cinta masa lalu ngga akan pernah terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat percakapan saya dengan seorang teman di YM tadi siang. Ia curhat tentang hubungannya dengan seorang cowok. Hubungan tanpa komitmen, tanpa status. Ya..mungkin sekarang orang menyebutnya TTM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skip the story, yang jelas saya agak emosi mendengar ceritanya dan segera menyuruh teman saya untuk meninggalkan TTM-annya itu. Lalu dia bilang, “susah ma..kalo kata di video klip-nya Letto sih, udah kayak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drugs&lt;/span&gt;..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat mengerti dengan apa yang dialami teman saya, karena hal itu juga pernah saya alami dengan cowok di foto angkatan SMP saya itu. Persis. (Ya..ngga persis-persis amat sih..). Dan itu berlangsung bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Firman. Kami satu kelas saat saya duduk di kelas 2 SMP. Dia adalah cowok paling ganteng di kelas saat itu. Ralat, bukan ganteng, tapi cantik. Serius, wajahnya memang cantik, dengan bulu mata yang sangat lentik. Ditambah lagi saat itu umur kami masih sekitar 12-13 tahun, sehingga tampangnya saat itu juga masih seperti anak kecil. Berbeda dengan wajahnya saat ini yang kesannya sedikit lebih “laki”. (itu juga&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; sedikit&lt;/span&gt;).;p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya tidak tertarik dengan Firman, walaupun sewaktu baru naik ke kelas 2 dan kakak saya menanyakan siapa cowok paling ganteng di kelas saya tetap menyebut nama dia, tapi dalam hati saya sama sekali tidak pernah berpikir akan menyukai dia. Saat itu saya justru tertarik dengan cowok lain yang juga sekelas dengan kami, walaupun secara fisik ia masih kalah dengan Firman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru teman sebangku saya yang ternyata menyukai Firman. Dia meminta saya untuk membantu menjodohkannya dengan Firman. Mulailah saya melancarkan aksi-aksi saya. Tapi sayangnya saya bukan mak comblang yang baik. Bukannya menyukai teman sebangku saya, dia malah membenci teman sebangku saya itu. Tapi, hubungan pertemanan saya dan Firman justru semakin akrab. Kami sering bercanda, karena Firman duduk di belakang saya. Awalnya saya yang sering menggoda dia, namun lama kelamaan dia pun berbalik dan lebih sering mengganggu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu berlalu. Saya pun berganti teman sebangku. Sampai pertengahan caturwulan 2 (waktu itu sekolah masih menggunakan sistem caturwulan. Jadul deh pokoknya..) saya masih belum tertarik juga dengan Firman. Saya masih keukeuh dengan gebetan saya yang saya sukai sejak awal kelas 2. Dari beberapa gosip yang beredar saya mendengar bahwa gebetan saya itu juga menyukai saya. Sayang, kami tidak sempat jadian. Kami hanya saling tahu kalau kami pernah saling menyukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Firman. Saya ingat dengan jelas, tepat tanggal 15 November 1999(gile, hampir 9 tahun yang lalu tuh..) merupakan hari pertama saya mulai menyadari kalau saya menyukai Firman. Saya ingat betul karena hari itu adalah hari ulang tahun kakak saya ^_^. Saya yang biasanya jailnya setengah mampus di depan Firman, entah kenapa sejak hari itu selalu salah tingkah. Saya benar-benar tidak menyukai perubahan yang terjadi saat itu. Saya jauh lebih suka hubungan kami sebelumnya. Kami tidak pernah saling mengganggu lagi, terlebih karena saya memang menghindar. Bertepatan dengan itu wali kelas saya mengubah susunan tempat duduk di kelas kami. Saya pun duduk di barisan ujung kanan dan dia di barisan ujung kiri. Sempurnalah skenario Tuhan untuk menjauhkan kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas itu saya punya seorang sahabat cowok. Sebutlah namanya Dewa. Saat saya kebingungan dengan perasaan dan perubahan sikap saya yang membuat saya jauh dengan Firman, Dewa menyarankan saya untuk ‘nembak’ Firman agar saya merasa lega. Awalnya saya menolak, “masa cewek nembak duluan”, pikir saya. Tapi dengan kemampuan provokasinya yang luar biasa, saya akhirnya terpengaruh dan memutuskan untuk ‘nembak’ Firman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disusunlah rencana penembakan dadakan di suatu sore saat seorang guru tidak bisa hadir sehingga jam pelajaran hari itu kosong. Dewa, yang merupakan otak dari rencana penembakan ini mengatur pertemuan saya dengan Firman. Tapi, ternyata Firman ini bukan hanya wajahnya yang cantik, tapi resenya persis perempuan. Dia menolak untuk dibawa ke tempat saya menunggu dia, yaitu di depan perpustakaan (ceritanya kaya serial cantik ya?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sengaja, seorang pembuat onar dikelas mengetahui bahwa saya sedang menunggu Dewa di depan perpustakaan, walau sebenarnya saya sedang menunggu Dewa dan Firman. Entah mendapat ilham dari mana, ia langsung menyebar gosip kalau saya berencana menembak Dewa. Jadilah rencana hari itu menjadi ‘penembakan salah sasaran’ dan di kelas beredarlah gosip miring tentang saya dan Dewa. Untungnya, persahabatan saya dan Dewa tidak terganggu walaupun dia sempat agak marah karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image&lt;/span&gt;-nya sempat jatuh di mata gebetannya yang tidak lain adalah teman satu “gank” saya di kelas akibat gosip jadian saya dengan Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, walaupun rencana kali itu gagal, saya tahu Firman menyadari bahwa sasaran 'penembakan' sore itu sebenarnya adalah dia. Sikap saya semakin salah tingkah. Tapi  di dalam hati saya berpikir saya akan melakukan apa saja untuk bisa kembali dekat dengan Firman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ajaran pun berganti. Kami naik ke kelas 3. Berhubung kami berdua masuk 5 besar, kami berdua berhak untuk masuk kelas unggulan. Karena ada dua kelas unggulan, berarti kesempatan saya untuk satu kelas dengannya hanya 50%. Dasar mungkin memang saya tidak berjodoh dengan dia, kami pun masuk ke kelas yang berbeda. Tapi hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk tetap bisa berhubugan dengan dia (keukeuh banget ya, saya..'^_^). Ada saja usaha saya untuk bisa datang ke kelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar anak SMP, kadang saya pun hingga saat ini tidak mengerti kenapa saya bisa melakukan hal-hal konyol pada waktu itu. Suatu hari saya mengirimkan surat untuk Firman. Saat itu saya sedang mengalami masalah keluarga, maka saya menceritakan masalah saya dan mengatakan bahwa saya membutuhkan seorang teman. Di dalam surat itu saya mengatakan, jika ia mau menjadi teman baik saya dan mau mendengarkan cerita-cerita saya, saya meminta dia untuk menelepon ke rumah saya hari itu juga. Sejak tiba di rumah saya menunggu telepon berdering, namun telepon itu tidak kunjung berbunyi. Akhirnya saya berpikir, seandainya ia tidak menelepon, saya akan menyerah dan tidak akan melakukan apapun untuk berusaha mendekati dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul lima sore, telepon rumah saya berdering. Jantung saya rasanya hampir berhenti saat itu juga. Saya pun mengangkat gagang telepon.&lt;br /&gt;“Halo..” saya bisa mendengar suara saya agak bergetar.&lt;br /&gt;“Halo, bisa bicara dengan Ima?”, dari seberang sana terdengar suara yang saya tunggu sejak tadi&lt;br /&gt;“Iya..”&lt;br /&gt;“Hei ma..saya udah baca suratnya. Sabar ya..”&lt;br /&gt;“Kamu mau jadi temen deket ima?”&lt;br /&gt;“Iya. Maaf ya selama ini saya jahat sama kamu..”&lt;br /&gt;“Gak papa. Makasih ya..”&lt;br /&gt;“Iya ma. Sabar ya..”&lt;br /&gt;“He-eh”&lt;br /&gt;“Udah dulu ya..”&lt;br /&gt;“Iya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes! Rencana gw berhasil, pikir saya saat itu. Jurus terakhir saya untuk mendekatkan diri dengan Firman akhirnya berhasil. Sejak saat itu kami sering ngobrol di sekolah. Sering saling menelepon, dan dia dengan setia selalu mendengarkan cerita saya. Tapi, sekalipun saya tidak pernah mengarang cerita. Meskipun saya memanfaatkan keadaan keluarga saya saat itu untuk mendekati dia, semua cerita yang saya ceritakan adalah kondisi saya yang sebenarnya. Saya juga hanya bercerita saat saya merasa sudah tidak bisa memendam masalah saya seorang diri. Saya yang saat itu tidak boleh menelepon keluar lama-lama, seringkali meminta dia untuk menelepon balik, dan dia selalu menelepon balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan, kami benar-benar bersahabat. Ia pun mau mengatakan kepada teman-teman sekelasnya bahwa saya adalah teman dekatnya. Bahkan ketika saya sempat jadian dengan teman sekelas saya, kami tetap sering berkomunikasi. Suatu hari, cewek yang ia sukai sejak lama, tiba-tiba jadian dengan salah satu teman dekatnya. Ia terlihat sedikit murung selama beberapa hari. Saya menawarkan diri untuk mendengarkan curhatannya, namun ternyata dia bukan tipe cowok yang bisa mengungkapkan isi hatinya dengan mudah. Tapi, lama kelamaan di sela-sela pembicaraan kami dia sempat mengungkapkan kemarahannya. Ia kecewa karena teman dekatnya sendiri mengkhianati dia. Tidak lama kemudian, saya mendengar gosip bahwa ia dekat dengan mantan pacar teman dekatnya yang kini berpacaran dengan cewek yang ia sukai. Khawatir ia merencanakan pembalasan dendam, saya mengkonfirmasi dan menanyakan kebenaran dari gosip tersebut. Ia meyakinkan saya bahwa dia tidak ingin balas dendam. Ia juga bilang bahwa seandainya nanti dia jadian dengan seorang cewek, itu karena dia menyukai si cewek , bukan karena balas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan berlalu. Saya putus dengan pacar saya, dan jadilah kami sama-sama jomblo lagi. Kami lebih sering bertemu, lebih sering mengobrol di telepon, dan saya sedang dalam keadaan sangat bahagia dengan hubungan kami yang semakin dekat. Suatu hari, tepat sebelum shalat Jum’at, saya sedang mengobrol dengan seorang guru di depan aula sekolah. Tiba-tiba di hadapan saya dia muncul, berjalan mesra dengan seorang cewek. Cewek yang pernah digosipkan dengannya, yaitu mantan pacar teman dekatnya. Ia pernah meyakinkan saya bahwa dia tidak menyukai cewek itu. Lutut saya terasa lemas. Perasaan saya mengatakan bahwa telah terjadi sesuatu antara mereka berdua. Namun tiba-tiba saya tersenyum. Saya pun langsung menggoda mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cie..udah jadian ya..selamet ye..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya senyum-senyum. Entah membaca pikiran saya atau apa, guru di hadapan saya berkata,&lt;br /&gt;“Itu cuma sesaat kok. Mereka paling cuma sebentar. Dia jadian sama orang lain bukan berarti dia gak suka sama kamu. Akhirnya dia pasti balik lagi ke kamu,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ingin sekali saya mempercayai kata-kata guru saya. Tapi apa yang dilihat oleh mata saya rasanya jauh lebih nyata dari apa yang saya dengar. Saya memandang mereka. Firman berbalik menatap saya dengan tatapan penuh arti. Tapi saya tidak tahu apa artinya. Saya pun kembali tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjalan ke arah kantin, mencari seseorang yang saya kenal. Mencari orang yang bisa meminjamkan bahunya untuk tempat saya menangis. Tidak ada siapapun karena sekolah sudah mulai sepi. Murid laki-laki sudah bersiap untuk shalat Jumat, dan murid perempuan satu persatu pulang ke rumahnya masing-masing. Tiba-tiba saya teringat sebuah asrama mahasiswa di sekat sekolah tempat teman-teman se-gank saya sewaktu kelas 2 biasa bermain basket. Saya pun bergegas ke sana. Benar saja. Mereka ada di sana, dan mereka sudah mendengar apa yang terjadi. Gosip ternyata meyebar melebihi kecepatan saya berjalan. Apa yang terjadi persis sama dengan apa yang saya kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata saya langsung tumpah saat itu juga. Pertama kalinya dalam hidup saya, saya menangis karena seorang cowok. Murni karena seorang cowok. Setelah tangis saya reda, salah satu teman saya mulai bercerita tentang apa yang telah dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang teman saya yang bercerita saat itu, sebut saja namanya Tia. Ia melihat Firman dan teman-temannya di depan sebuah kantor pos besar yang terletak tidak jauh dari sekolah kami. Firman menyapa Tia. Di tengah cowok-cowok itu Tia melihat seorang cewek, sendirian. Tia mendengar isi pembicaraan mereka. Firman menembak si cewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali lagi ke sekolah. Di sekolah saya bertemu dengan teman sekelas Firman. Ia pun bercerita. FYI, satu hari sebelum kejadian ini, saya sempat menemani Firman main bola di daerah Pusdai. Ternyata, menurut cerita teman saya, pagi hari sebelum mereka bermain bola, mereka membuat taruhan, jika tim Firman kalah, dia harus nembak cewek itu. Saya pun pulang dalam keadaan masih galau.  Di dalam angkutan umum air mata saya tidak mau berhenti mengalir. Saya kira saat itu saya tidak akan sanggup bertemu dengan Firman lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ketika saya sedang keluar rumah, Firman menelepon. Ketika pulang ibu saya memberitahukan bahwa Firman menelepon, tapi saya tidak menelepon balik. Masih terasa rasa sakit di hati saya ketika mendengar namanya disebut. Tidak sampai 24 jam saya menahan diri untuk tidak menelepon Firman, hingga akhirnya saya menyerah dan meneleponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa Man?” saya berusaha agar suara saya terdengar setenang mungkin.&lt;br /&gt;“Saya bingung, Ma..”&lt;br /&gt;“Bingung kenapa?”&lt;br /&gt;“Semua orang musuhin saya..karena saya nembak dia..”&lt;br /&gt;“Lho, kenapa?”&lt;br /&gt;Dia pun bercerita. Sebenarnya saya lupa masalah persisnya apa, tapi sebagian besar teman sekelasnya tidak menyetujui keputusan Firman karena menyangka Firman hanya main-main. Banyak pula yang berpikiran sama dengan saya, bahwa ini hanya aksi balas dendam Firman pada teman dekatnya. Dan ternyata si cewek belum menjawab. Tapi kini Firman menyesali pernyataannya sendiri. Ia ternyata tidak menyukai si cewek. Tiba-tiba saya teringat perkataan guru saya..ternyata apa yang dikatakannya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kamu nembak dia?” saya bertanya tanpa bermaksud menginterogasi.&lt;br /&gt;“Ngga tau..” nada bicaranya terdengar kebingungan&lt;br /&gt;“Kalo kamu tarik pernyataan kamu gimana?” usul saya, sambil berharap dia mau menarik pernyataannya pada si cewek. (Ngarep..:))&lt;br /&gt;“Ngga mungkin, Ma. Saya cowok. Mana ada cowok nyatain terus ditarik lagi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha bersikap layaknya seorang sahabat. Saya berusaha membuang jauh-jauh perasaan saya, termasuk rasa sakit yang tentu saja masih terasa. Keesokan harinya, si cewek menjawab iya dan mereka resmi pacaran. Namun, saat saya bertemu dengan Firman pada waktu istirahat dan menanyakan jawaban si cewek, ia  hanya mengangguk dengan wajah kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata perkataan tak sejalan dengan perbuatan. Hubungan mereka berjalan lancar. Setidaknya pada 2 bulan pertama. Tidak jarang saya melihat mereka di kantin, bergandengan tangan dengan mesra, dan saat melihat mereka perut saya serasa disayat. Saya tetap berusaha bersikap bijak, tetap menyapa mereka dan berusaha menyembunyikan kecemburuan saya rapat-rapat. Namun ternyata keharmonisan itu tidak berlangsung lama. Hubungan mereka memburuk, Firman mulai mengabaikan ceweknya. As a friend, sesekali saya memberi advice pada Firman untuk tidak menggantungkan ceweknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cewek Firman pernah mengancam saya untuk menjauhi Firman karena dia tahu bahwa saya pernah menyukai Firman, bahkan hingga saat itu. Usai Ujian Akhir (atau saat itu namanya EBTANAS) mereka putus karena si cewek mengkhianati Firman. Ia berpacaran dengan pacar sahabatnya yang masih teman sekelas mereka saat ia dan Firman masih berstatus pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pertemanan kami tidak berubah. Ada yang berubah pada diri saya sejak saat itu. Saya jadi lebih pendiam dan tertutup. Entah apa yang terjadi pada diri saya, yang jelas Firman memberikan dampak psikologis yang besar pada diri saya selama bertahun-tahun. Dia menjadi seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drugs&lt;/span&gt; untuk saya. (Bukan berarti ngga bisa sembuh kan, Tie?;) ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah kami pada saat perpisahan sekolah, yang pada saat itu dilangsungkan di gedung SESKOAD di jalan Gatot Subroto (pulangnya saya sempat nyasar sampai Buah Batu loh, duh gak penting ya..). Saya diumumkan menjadi juara umum III di sekolah (maklum, satu-satunya prestasi yang signifikan jadi dibanggain terus^^). Saya bertemu Firman di luar gedung. Saat itu saya belum tahu kalau ia sudah putus dengan ceweknya. Dia tersenyum, dan mengatakan “Bagus ma..bangga punya temen kayak kamu..” Saat itu pula saya sadar bahwa perasaan itu masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, ternyata pertemuan saya dengan dia di perpisahan itu membuat saya kembali tergoda untuk menelepon Firman. Selain itu, saya juga ingin menanyakan tentang hubungannya dengan pacarnya, karena ia pernah mengatakan pada saya bahwa dia akan memutuskan ceweknya setelah EBTANAS berakhir. Saya menelepon dia saat itu juga. Reaksinya ternyata jauh melebihi ekspektasi saya. Dia yang biasanya harus diminta untuk menelepon saya balik, saat itu malah menyuruh saya untuk menutup telepon dan mengatakan agar dia saja yang menelepon dari rumahnya.&lt;br /&gt;“Kamu tutup aja ma, biar saya yang telepon ke situ..”&lt;br /&gt;“Oh..ya..udah..” saya pun menutup telepon dalam keadaan bingung.&lt;br /&gt;Meskipun kami belum lama dekat, saya bisa tahu kalau nada suaranya kali itu berbeda. Bukan nada suara Firman yang saya kenal. Bukan Firman sahabat saya. Mungkin karena sejak ceweknya menyuruh saya menjauhi Firman saya tidak lagi berhubungan dengan Firman. Dan itu sudah berlangsung hampir dua bulan. Suaranya terdengar agak berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sempat terlihat sangat marah saat menceritakan tentang mantannya yang selingkuh dengan teman sekelas yang sangat ia percaya. Saya pun mencoba mengalihkan pembicaraan. Akhirnya obrolan kami tiba ke masalah SMA mana yang akan kami pilih. Saya tahu cita-citanya untuk masuk ke SMU 2 Bandung. Sedangkan saya sejak dulu memang ngotot ingin masuk SMU 5, dan dia tahu persis tentang hal itu. Saya sempat kaget mendengar dia tiba-tiba ingin masuk ke SMU 5.&lt;br /&gt;“Kok tiba-tiba pengen masuk SMA 5?” tanya saya&lt;br /&gt;“Pengen aja,”jawabnya&lt;br /&gt;“Disuruh ortu?”&lt;br /&gt;“Ngga. Kalo di SMA 5 kan deket sama kamu..”&lt;br /&gt;Jreeeeng..cewek mana yang ngga geer digituin ama gebetannya, walaupun gebetannya itu adalah sahabatnya sendiri..&lt;br /&gt;“Tapi Fir..” saya ragu-ragu untuk melanjutkan kata-kata saya.&lt;br /&gt;“Kenapa?”&lt;br /&gt;“Bapak nyuruh Ima masuk SMA 3. Ima ngga boleh masuk SMA 5 sama Bapak..”&lt;br /&gt;“Ko gitu? Kamu pengen banget masuk 5 kan? Kamu kan belajar mati-matian biar bisa masuk 5..”&lt;br /&gt;“Iya sih. Ng..tapi kalo ima masuk 3 kamu masih tetep mau masuk 5?”&lt;br /&gt;“Ngga ah..kalo kamu ga masuk lima ngapain saya masuk lima. Kalo ngga ada kamu saya ngga mau masuk lima..”&lt;br /&gt;Perasaan saya bercampur aduk. Saya kecewa sekaligus bahagia mendengar ucapan Firman. Tapi keputusan ayah saya saat itu sudah tidak bisa diganggu gugat. Saya ingin mencari cara agar dia tetap mau masuk SMU 5 meskipun saya masuk SMU 3. Toh kami tetap masih satu gedung sekolah.&lt;br /&gt;“Kan masih satu gedung..yah..”bujuk saya. Dia masih menolak.&lt;br /&gt;Sebelum pembicaraan kami selesai, ibu saya menghampiri. Beliau mengingatkan saya untuk mengakhiri obrolan kami karena kami sudah mengobrol cukup lama di telepon.&lt;br /&gt;“Ya udah, besok malem saya telepon lagi ya..” janjinya&lt;br /&gt;“Janji?” tanya saya&lt;br /&gt;“JANJI..” tandasnya dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam selanjutnya saya menunggu telepon dari Firman. Tapi telepon bahkan tidak berdering hari itu. Untuk kedua kalinya saya merasa kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami masuk SMA. Saya masuk SMA 3 dan Firman di SMA 5. Seperti semacam takdir, kelas dia berada tepat di belakang kelas saya dan kami bertemu hampir setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sering pulang bareng, karena kami menunggu angkutan umum di tempat yang sama.&lt;br /&gt;Kami sempat nonton film AADC berdua. Saat itu saya tidak tahu bahwa itulah terakhir kalinya saya pergi berdua dng Firman. Beberapa minggu setelah nonton AADC, Firman menjauh lagi. Tanpa alasan. Sama ketika ia tidak menepati janjinya untuk menelepon saya. Bahkan kali ini lebih parah. Firman menghindar. Ia bersikap seolah saya adalah pengganggu untuk dia. Kami sempat bertengkar. Saya bilang kalau saya tidak akan pernah mengganggu dia lagi. Dia tidak menjawab. Saya pergi dan dia tetap tidak bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali meradang. Hampir setiap pagi saat saya turun dari angkutan umum kami bertemu di depan gerbang utama Belitung 8, yang merupakan pertengahan antara SMA 3 dan 5. Tapi saya harus bersikap seolah tidak mengenal dia. Ia pun bersikap sama. Dua bulan kami tidak saling sapa. Hingga suatu hari secara tidak sengaja saya melihat dia melintas di depan kelas saya, memandang saya dan tersenyum. Saya pun luluh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dekat lagi. Saya pun kembali bergantung pada dia. Kelas 2 SMA keluarga saya mulai bermasalah lagi. Dan saya hanya punya satu sahabat di dekat saya, yaitu dia. Tapi dia kembali memperlakukan saya penuh penolakan. Lagi-lagi tanpa alasan. Padahal saat itu saya benar-benar sedang membutuhkan pegangan, seorang sahabat. Tapi ia terus menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir kelas 2 SMU, akhirnya saya tahu alasan Firman beberapa kali menjauhi saya. Ternyata, pada saat Firman mengingkari janjinya untuk menelepon saya, itu merupakan permintaan dari kakak saya sendiri. Beberapa jam sebelum Firman seharusnya menelepon saya, kakak saya menelepon Firman terlebih dahulu. Kakak saya meminta dia untuk tidak memberi saya harapan jika suatu saat nanti Firman akan menyakiti saya lagi. Dan itulah yang terjadi, setiap Firman menyadari bahwa kami tidak akan pernah lebih dari sekedar sahabat atau mulai menyukai seorang cewek, dia teringat dengan kata-kata yang diucapkan kakak saya. Dan dia pun memilih untuk menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, entah apa yang membuat perasaan saya kepada dia saat itu tidak pernah hilang. Seburuk apapun perlakuannya, saya tetap menyukai Firman. Sejauh apapun Firman menghindar, saya selalu berusaha untuk mendekat. Hingga pada saat kenaikan kelas 3, saya memutuskan untuk mengungkapkan perasaan saya. Dan ‘beruntungnya’, saat itu dia berencana untuk menembak seorang cewek, teman sekelasnya. Bukannya mengungkapkan perasaan saya, saya malah mendengarkan dia curhat tentang cewek yang saat itu dia sukai. Berapa kali lagi saya harus merasakan hal seperti ini dengan cowok yang sama, pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya di kelas 3 SMA saya berhasil lepas dari bayang-bayang Firman. Saya menyukai cowok lain. Lulus SMA, kami lagi-lagi masuk ke satu gedung yang sama. Kami sama-sama masuk ITB. Kami dekat lagi. Walaupun sikapnya masih sama seperti dulu. Kadang perlakuannya juga secara tidak langsung membuat saya merasa bodoh. Sikapnya sering membuat saya merasa tidak berarti. Tapi tidak jarang dia memberikan semangat di saat saya jatuh. Memberi ketenangan di saat saya merasa galau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sejak kapan, perlahan-lahan kami mulai jarang bertemu. Padahal jurusannya terletak tidak jauh dari jurusan saya. Kesibukan kuliah, teman baru, juga munculnya cowok-cowok baru dalam hidup saya membuat saya perlahan-lahan lupa akan adanya dia. Tapi, hingga pertengahan tahun lalu pun saya belum bisa lepas dari dia sepenuhnya. Saya terkadang masih meng-SMS dia saat saya tidak tahu lagi harus ke mana. Saat semua masalah sudah tidak sanggup lagi saya tampung sendiri, saya terkadang masih teringat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu kali saya menemukan satu missed call di HP saya dan ternyata panggilan itu berasal dari nomornya. Khawatir ada sesuatu yang penting, saya menanyakan tentang telepon yang tak terjawab itu lewat SMS, dan ternyata balasannya hanya berbunyi,&lt;br /&gt;“Gpp, gw cm liat lo jln d dpn jurusan. Pgn manggil aja..”.&lt;br /&gt;Saya pun hanya tersenyum.&lt;br /&gt;Seperti itulah kami saat ini, hanya dua orang “sahabat” lama yang berkomunikasi hanya jika kami punya waktu untuk saling mengingat satu sama lain. Bahkan mungkin kami hanya saling mengingat jika salah satu dari kami muncul di depan yang lainnya. Saya kadang hanya ingat dia jika saya melihat dia duduk di depan himpunannya saat saya lewat. Sama seperti saat dia mengingat saya ketika saya melintas di depan gedung jurusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, saat ini saya sudah bisa benar-benar lepas darinya. Saya saat ini menganggap dia adalah seorang teman lama yang masih punya tempat saat saya mengingat masa lalu. Tapi dia bukan bagian dari hidup saya lagi. Dia pernah jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drugs&lt;/span&gt; untuk saya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;but now I’m not an addict anymore. I’ve been addicted, but I’m recovered&lt;/span&gt;. Saya berhasil lepas dari dia. Walaupun kadang seluruh cerita ini masih bisa saya rasakan dalam hati saya. Tapi saya tahu saya telah ‘sembuh’. Beberapa kali saya bertemu dengan dia, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;and I feel nothing&lt;/span&gt;, bahkan tidak ada sedikitpun rasa sakit atau kemarahan yang dulu terkadang masih terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 5 tahun saya menjadi seorang ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;addict&lt;/span&gt;’. Tapi saya bisa membuktikan kalau saya bisa ‘sembuh’. Saya tahu saya bukan satu-satunya orang yang mengalami hal ini. Dan untuk semua perempuan yang pernah atau sedang mengalami hal yang sama, saya tahu mereka bisa lepas. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Just fill urself up with confidence. U deserves to be loved. A man is made to protect u, to love u, not to make u feel unworthy. Show that u can. That u can stand alone. Yeah, u can be strong without them. There’s a lot of people who loving u. Just don’t think that u’re alone in this world. U’re never really alone. Because God always right here and there.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-8154038473657125127?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/8154038473657125127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=8154038473657125127' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/8154038473657125127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/8154038473657125127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2008/02/kayak-drugs-ya.html' title='Kayak Drugs Ya..'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-7022686793628474568</id><published>2007-08-09T02:26:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T04:03:00.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Kapan Kawin???</title><content type='html'>Tidak terasa juga, ternyata tahun ini umur saya sudah menginjak kepala dua. Bahkan kebanyakan teman-teman saya sudah menginjak kepala dua sejak satu atau dua tahun yang lalu. Sekarang saya sudah duduk di tahun keempat kuliah saya di Teknik Industri ITB. Tiga tahun ternyata waktu yang cukup singkat untuk diingat, tapi cukup lama juga untuk dijalani.&lt;br /&gt;Satu fenomena yang aneh, walaupun sebenarnya umum bagi orang-orang seumuran saya. Tidak lama lagi lulus dari bangku kuliah, lalu cari kerja, apa lagi selanjutnya kalau bukan tentang satu hal : PERNIKAHAN.&lt;br /&gt;Topik ini mulai jadi wacana di mana-mana. Di kampus, di rumah, di kantin, di tempat nongkrong, dimanapun anak"(kalau kami masih bisa disebut anak-anak) seumuran kami berkumpul. Ada saja bahasan tentang hal ini. Mulai dari berita si anu menikah kemarin, si anu menikah besok. Bahkan orang-orang yang sudah berstatus 'In a relationship' mulai  menerima pertanyaan "Kapan nyusul?". Layaknya pernikahan adalah suatu perlombaan dimana orang yang sudah menyentuh garis start harus adu cepat agar sampai di garis finish, yaitu hari pernikahan.&lt;br /&gt;Kapan Kawin???????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-7022686793628474568?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/7022686793628474568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=7022686793628474568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/7022686793628474568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/7022686793628474568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2007/08/kapan-kawin.html' title='Kapan Kawin???'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-5334514798258333227</id><published>2007-04-30T02:39:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T04:03:41.461-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Responsibility</title><content type='html'>Bukan hari yang begitu baik buat saya..&lt;br /&gt;Pagi tadi seseorang bilang kalau nilai PTI 2 udah keluar di board. Itu saja. Tidak ada yang istimewa waktu saya dengar kabar itu. Seperti biasa saya langsung menuju ke himpunan untuk suatu urusan kemudian ke KBL untuk makan..&lt;br /&gt;Lagi-lagi di KBL masalah nilai PTI disinggung lagi. Nilai tes awal saya agak mengecewakan..&lt;br /&gt;Apalagi nilai laporan saya.Saya baru melihat sendiri nilai saya waktu saya nge-net di comLabs setelah itu. Saya hanya bisa menghela napas melihat nilai laporan saya di layar komputer.&lt;br /&gt;Saya tidak mau munafik. Saya memang mengejar nilai A dalam mata kuliah ini. Bukan karena saya ambisius, tapi pengalaman PTI 1 semester 1 benar-benar membuat saya benar" enggan diberi nilai B.&lt;br /&gt;Saya benar-benar "beruntung" mendapat dua kelompok "ajaib" selama 2 semester berturut-turut.Sepertinya tekanan darah saya agak naik setiap 2 minggu sekali.&lt;br /&gt;Saya hanya tidak mengerti kenapa seseorang bisa begitu tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaannya sendiri, sementara orang lain harus begadang semalaman, dan setelah itu dia hanya kipas2 menikmati hasilnya.&lt;br /&gt;Ya..mungkin lebih baik sih daripada mengeluh karena hasilnya tidak sesuai keinginan..&lt;br /&gt;Tapi saya masih sulit menerima semua tindakan beberapa orang seperti itu.&lt;br /&gt;Bukan hanya saya yang mengalami hal seperti ini. Beberapa orang teman juga mengalami hal serupa. Lebih parah lagi, salah satu di antaranya pernah mengeluhkan hasil dari pekerjaan orang lain sementara dia sendiri bahkan tidak menyentuh pekerjaan itu sama sekali.&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, saya terpaksa bersikap agak ekstrim dan berbuat hal yang agak kejam. Itu konsekuensi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-5334514798258333227?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/5334514798258333227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=5334514798258333227' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/5334514798258333227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/5334514798258333227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2007/04/responsibility.html' title='Responsibility'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-8242649890494845918</id><published>2007-04-16T01:00:00.001-07:00</published><updated>2007-04-16T01:00:56.835-07:00</updated><title type='text'>Bukan</title><content type='html'>"Bukan maksud hatiku..&lt;br /&gt;acuhkan dirimu di depan mataku.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tidak bisa mengendalikan diriku sendiri saat aku tiba-tiba menyadari bahwa kamu ada di hadapanku..bukan karena aku membencimu..bahkan sebaliknya..dan aku takut itu akan menjadi terlalu jelas untuk dapat dilihat semua orang..dan kamu..&lt;br /&gt;Rasa takut ini belum bisa kusingkirkan sepenuhnya..sayangnya semua kecemasan itu bisa saja membuat kamu menjauh dariku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan maksud hatiku..&lt;br /&gt;redam senyumku saat kita bertemu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bibirku rasanya menjadi kaku saat jantungku berdetak lebih kencang..&lt;br /&gt;Aku baru tahu kalau saat adrenalin mengalirkan darah lebih cepat,  ia justru akan membuat otak  menyampaikan respon yang lebih lambat untuk menyampaikan perintah ke bibirku untuk tersenyum dan ke tenggorokanku untuk bersuara..&lt;br /&gt;Maaf jika itu membuatmu marah..&lt;br /&gt;Tapi..tolong  jangan membenciku karena kebodohanku ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(song "Musnah" by Andra&amp;TheBackBone)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta membuatku dekat denganmu, namun kecemasan melemparkan diriku menjauh dariku" &lt;br /&gt;(Kahlil Gibran)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-8242649890494845918?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/8242649890494845918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=8242649890494845918' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/8242649890494845918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/8242649890494845918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2007/04/bukan.html' title='Bukan'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-2512281740327654506</id><published>2007-03-27T18:13:00.000-07:00</published><updated>2007-03-27T18:18:40.111-07:00</updated><title type='text'>I Need You..</title><content type='html'>I don’t need a lot of things&lt;br /&gt;I can get by with nothing&lt;br /&gt;Of all the blessings life can bring&lt;br /&gt;I’ve always needed something&lt;br /&gt;But I’ve got all I want&lt;br /&gt;When it comes to loving you&lt;br /&gt;You’re my only reason&lt;br /&gt;You’re my only truth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need you like water&lt;br /&gt;Like breath, like rain&lt;br /&gt;I need you like mercy&lt;br /&gt;From heaven’s gate&lt;br /&gt;There’s a freedom in your arms&lt;br /&gt;That carries me through&lt;br /&gt;I need you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You’re the hope that moves me&lt;br /&gt;To courage again&lt;br /&gt;You’re the love that rescues me&lt;br /&gt;When the cold winds, rage&lt;br /&gt;And it’s so amazing&lt;br /&gt;’cause that’s just how you are&lt;br /&gt;And I can’t turn back now&lt;br /&gt;’cause you’ve brought me too far&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need you like water&lt;br /&gt;Like breath, like rain&lt;br /&gt;I need you like mercy&lt;br /&gt;From heaven’s gate&lt;br /&gt;There’s a freedom in your arms&lt;br /&gt;That carries me through&lt;br /&gt;I need you&lt;br /&gt;Oh yes I do&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-2512281740327654506?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/2512281740327654506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=2512281740327654506' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/2512281740327654506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/2512281740327654506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2007/03/i-need-you.html' title='I Need You..'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6376421482453640028.post-7223380808033517991</id><published>2007-03-27T00:31:00.000-07:00</published><updated>2007-03-27T00:34:43.785-07:00</updated><title type='text'>By The Hand of God</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Manusia hanya bisa berusaha..tapi pada akhirnya Tuhan-lah yang menentukan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Baru saja saya selesai shalat Dzuhur, dan tidak lupa mengucapkan doa yang belakangan ini sering sekali saya ucapkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Apabila dia baik untuk saya, maka mudahkanlah segala urusan kami. Apabila tidak, tunjukkanlah jalannya..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Lalu saya mencoba menghubungi nomor di speed dial #2 di hp saya itu, dan tiba-tiba saja hp saya tidak bisa melakukan panggilan keluar. Sungguh suatu kebetulan yang sangat tepat. Saya kemudian mencoba lagi beberapa kali hingga akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa Tuhan memang tidak mengizinkan saya untuk menghubungi orang tersebut..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Akhirnya saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau Tuhan sendiri yang sudah campur tangan-which is Tuhan memang selalu campur tangan dalam segala sesuatu-saya tidak bisa berkutik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Semoga saya tidak salah menafsirkan apa yang Tuhan tunjukkan. Bukan sekali itu saya meminta petunjuk dalam hal ini. Shalat istikharah sudah sempat beberapa kali saya lakukan. Mungkin orang akan menertawakan saya karena saya shalat istikharah hanya untuk hal yang bisa dibilang remeh temeh ini. Agak menggelikan memang, tapi yang saya tahu, satu-atunya yang pasti membantu kita dalam hal apapun hanya Yang Mahakuasa, terutama di saat tidak satu pun orang yang bisa membantu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Hanya Dia yang bisa..Hanya Dia yang bersedia..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mendengarkan semua keluh kesah..Membantu semua kesulitan..Menunjukkan semua yang kita butuhkan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sebanyak apapun kita mengeluh..Sesering apapun kita bertanya..Sebanyak apapun air mata yang mengalir..Sebanyak apapun dan sesering apapun kita memohon..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dia tidak pernah bosan mendengar..tak pernah enggan memberi petunjuk..bahkan mengabulkan permohonan kita..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Aneh..saat menulis ini, jujur, saya baru tersadar akan semua itu. Saya baru teringat kembali. Selama ini mungkin kita terlalu terfokus pada manusia, pertolongan manusia. Tapi, yang seringkali kita lupa, yang menggerakkan hati orang lain untuk membantu kita, siapa lagi jika bukan Tuhan..?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Yah..hanya sebuah renungan yang ingin saya bagi..tanpa sedikitpun bermaksud menggurui..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6376421482453640028-7223380808033517991?l=imamuraimamura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/feeds/7223380808033517991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6376421482453640028&amp;postID=7223380808033517991' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/7223380808033517991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6376421482453640028/posts/default/7223380808033517991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamuraimamura.blogspot.com/2007/03/by-hand-of-god.html' title='By The Hand of God'/><author><name>imamura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06678995894791058988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
