Monday, January 5, 2009

Tiap Kau Jatuh Hati

Rasanya aneh merasakan semua kenangan itu merangkak naik kembali ke pikiranku, merasuki otakku dan meracuni hatiku dengan rasa sakit yang tipis, namun terasa jelas.

Bukan pertemuanku dengan sahabat lama yang membangkitkan kembali semua masa lalu yang telah kukubur dalam-dalam itu. Hanya sebaris kalimat yang justru seharusnya menyadarkanku, justru membuatku kembali tercekat dengan semua perasaan ini.


“Kalau kamu aja belum bisa menerima diri kamu sendiri, gimana orang lain bisa,”

Itu kata-kata Olaf di film Claudia/Jasmine yang seketika menghantam kesadaranku di tempat yang terdalam.


Rasa tidak layak itu kembali, justru saat aku seharusnya merasa paling layak. Aku memandangi diriku di cermin. Apa yang begitu salah di dalam diri ini hingga ia begitu membencinya? Hingga sampai 9 tahun perkenalan kami, aku tak juga layak di matanya, bahkan untuk sekedar jadi sahabatnya.

Satu kalimat terakhir yang masih membekas di mataku - bahkan sejujurnya, di hatiku - sms terakhirnya yang mengatakan, "Kamu emang gak pernah berubah," dengan nada sinis yang selalu sama. Tidak pernah mengertikah ia selama 8 tahun persahabatan kami? Atau kami memang tidak pernah bersahabat?

Sampai saat ia mengenalkan seorang wanita di resepsi pernikahan kakakku, saat aku bertanya, "Siapa nih?" dengan nada yang sengaja dibuat terkesan jail namun tak sedikit pun kurasa keusilan di sana. Aku masih merasa, am I that bad just to know you did that because u're already have a girl now?

Kamu selalu aneh saat kamu jatuh hati. Padahal aku cuma ingin kamu bisa buat aku tahu alasan kamu bersikap begitu karena kamu sedang jatuh hati.

Aku kembali menatap cermin, mengembangkan senyum 2 cm ke kanan dan kiri. Aku tahu mulai hari ini, aku layak untuk seluruh dunia.

"Berbagi takdir kita selalu, kecuali tiap kau jatuh hati.." (Dewi Lestari-Malaikat Juga Tahu)


Monday, November 3, 2008

True

I won't talk
I won't breathe
I won't move till you finally see
that you belong with me

you might think
I don't look
but deep inside in the corner of my mind
I'm attached to you

I'm weak
it's true
cause I'm afraid to know the answer
do you want me too?
cause my heart keeps falling faster

I've waited all my life to cross this line
to the only thing thats true
so I will not hide
i'ts time to try anything to be with you
all my life I've waited
this is true

you don't know
what you do
everytime you walk into the room
I'm afraid to move

I'm weak
it's true
I'm just scared to know the ending
do you see me too?
do you even know you met me

I know when I go
I'll be on my way to you
the way that's true

Wednesday, September 17, 2008

When U Say Nothing At All

It's amazing
How you can speak
Right to my heart
Without saying a word,
You can light up the dark
Try as I may
I could never explain
What I hear when
You don't say a thing

The smile on your face
Lets me know
That you need me
There's a truth
In your eyes
Saying you'll never leave me
The touch of your hand says
You'll catch me
Whenever I fall
You say it best
When you say
Nothing at all

All day long
I can hear people
Talking out loud
But when you hold me near
You drown out the crowd
(The crowd)
Try as they may
They could never define
What's been said
Between your
Heart and mine

The smile on your face
Lets me know
That you need me
There's a truth
In your eyes
Saying you'll never leave me
The touch of your hand says
You'll catch me
Whenever I fall
You say it best
When you say
Nothing at all


*Ronan Keating

Tuesday, July 22, 2008

Work..work..work

Sejak hari Selasa minggu lalu (15/7) saya officially jadi pegawai (uh..i don't like to mention this word, but have to accept that it's the fact..) di sebuah perusahaan kosmetik di Tangerang. Resmi pulalah saya jadi warga Bandung-Jakarta-Tangerang (rumah di Bandung, tinggal di Jakarta, kerja di Tangerang).

Perusahaan tempat saya bekerja ini memang bukan perusahaan besar. Not that multinational oil company yang jadi incaran kebanyakan teman-teman sejurusan, seangkatan, maupun sealmamater saya. Never mind i think, wong saya juga memang tidak pernah bercita-cita untuk kerja di oil company kok. Bukan bermaksud menghibur ataupun membela diri, tapi melihat fakta bahwa tawaran kerja ini menghampiri saya bahkan sebelum saya lulus kuliah, rasanya kesempatan ini terlalu bagus untuk dilewatkan begitu saja. Belum lagi dengan tawaran salary yang menurut saya cukup lumayan (again, memang tidak sebesar gaji oil company..^^) berdasarkan standar perusahaan pada umumnya untuk seorang fresh graduate. Ditambah dengan lingkungan kerja yang menurut saya amat sangat menyenangkan berdasarkan pengalaman selama kerja praktek 1,5 bulan di perusahaan ini. Do you have any reason to resist this job offer? Yah..walaupun saya tahu persis beban kerja yang diberikan di sini, apalagi di posisi yang sementara ini saya tempati, saya pikir pekerjaan ini masih worth with things i mentioned before.

Hari pertama kerja, datang dengan hati senang. First day at work, masih penasaran seperti apa rasanya. Jam istirahat datang juga, tapi membawa kabar tentang perubahan yang cukup membuat saya shock hari itu. Memasuki ruangan divisi tempat saya bertugas saat KP dulu, serasa nostalgia (tapi tanpa empat teman saya yang selalu bikin ribut di ruangan yang isinya hampir cowok semua. Hm..I miss those time guys..). Tapi formasi divisi sekarang sudah berubah, banyak orang baru, dan semuanya wanita. 6 jam di ruangan itu sempat mendengar beberapa kalimat yang membuat saya makin down setelah kabar perubahan yang saya terima saat istirahat tadi. Beberapa hari kemudian semakin banyak kabar yang membuat saya semakin shock. Kebanyakan memang cerita dari rekan sekantor tentang atasan. Beberapa hari itu pula saya mencoba menenangkan diri, ber-positive thinking dan meyakinkan diri sendiri bahwa ini hanyalah bagian dari kehidupan di dunia kerja. Bukankah berita-berita tentang keburukan atasan selalu beredar di semua kantor?

Sedangkan atasan yang dimaksud tidak kunjung datang ke pabrik. Padahal masih banyak hal yang ingin saya bicarakan. Banyak hal yang ingin saya pastikan. Tentang perjanjian kerja kami di awal. Yang saya tahu selama KP, beliau memang tidak pernah bermasalah, bahkan lebih baik dari bos manapun yang pernah saya tahu. Awal minggu ini si bos akhirnya muncul juga. Dengan wajah tanpa dosa. Untungnya dia masih meyakinkan pada saya semua akan berjalan sesuai perjanjian awal. Hanya tinggal tunggu waktu. Hm, saya hanya bisa berkata pada diri sendiri, harus banyak-banyak sabar ya ma.. Saya masih punya keyakinan bahwa semua hal akan terjadi jika waktunya tiba. It's just not the right time yet.

TA saya gimana ini, TA saya? Hh..saya juga bingung. Bapak Abdul Hakim Halim a.k.a pembimbing saya minggu lalu tidak ada di Bandung, dan hari Sabtu ini saya baru bisa ketemu lagi untuk bimbingan. Tapi selama 2 minggu ini no progress at all. Bingung juga mau ngerjain apa, belum tau apa yang harus direvisi dari 'setoran' terakhir.

Serius, serius, serius, kerja itu tough but fun. Kadang masih belum bisa menyadari bahwa ini beda dari jaman kuliah dulu. Apalagi jadi pegawai baru sendiri. Kadang bisa bikin stress sendiri. But i'm sure i'll through this all, like everybody does. It's just a matter of time. Tiga minggu sendiri di pabrik karena Sari yang tidak kunjung datang mungkin akan membuat saya lebih mandiri lagi.

Kangen Bandung, kangen kampus, kangen KBL, kangen semua...*kita gak bisa balik lagi ke jaman kuliahan...

Friday, July 18, 2008

Without Commitment (Part I)

"Play with other’s feeling.
That’s what you like to do.
That ’s what you’re best at.
Near, you say words to express how much you care.
Far, you play like you never know me.
You’re so sweet like artificial sweetener
Then your ignorance ruins all the good tastes like bitterness of the aftertastes
You keep switching between sensitive-insensitive
You’re mad when you notice someone hurt me
Yet you don’t care when it’s you who’s hurting me
You offer me your hands before you pierce my heart apart
You play as you like
Yes, you are such a mystery
An enigma is just what you are
Intrigue is your favourite game

To be trapped in such a whirlwind is boring
Hey, it’s enough when i said enough
It’s time for a revenge
Time to play the game
I’ll kick the ball away, like you often did on the field
Time to be a whirlwind myself
I’ll hurl you down , crush you onto the earth
I’ll laugh at your crumbled remains
Maybe it’ll teach both of us
The meaning of mutual relationship"

(http://aitoanything.wordpress.com/2008/07/15/lagi-lagi-no-good-for-me/, diakses pada tanggal 18 Juli 2008)

Saya menemukan tulisan ini secara tidak sengaja ketika saya berusaha "membunuh waktu" dengan melihat-lihat blog demi blog link-nya tidak sengaja saya temukan di blog teman-teman saya.

Tulisan ini mengingatkan saya pada sebuah fenomena (bahasanya lebay amat...) yang terjadi di lingkungan (teman-teman dekat, red) saya belakangan ini.

Call it HTS (hubungan tanpa status), TTM (teman tapi mesra), substitute, friends with benefit, atau apalah. Yang jelas hubungan ini adalah kedekatan antara seorang pria dan seorang wanita tanpa komitmen apapun diantara keduanya. Yang membuat saya bingung dengan 'fenomena' ini adalah, apa sih bedanya hubungan semacam ini dengan "PACARAN"?

Saat saya membuka inbox ponsel salah seorang teman saya (tentunya atas seizin dia), saya menemukan banyak SMS bertuliskan "Sayang","Kangen kamu", "Good night hun.." dan SMS sejdari seorang pria yang saya tahu bukan pacarnya. Keliatannya orang ini cukup menikmati hubungan seperti ini, meskipun si pria menginginkan hubungan yang lebih serius (menikah beberapa tahun lagi misalnya).

Monday, June 30, 2008

Dunia Itu Sempit

Hari ini akhirnya saya bisa menyempatkan diri duduk di depan komputer berkoneksi internet. Fiuh...setelah dua minggu menjadi 'katak dalam tempurung' yang kerjanya cuma mondar-mandir kamar-LSP (kesannya kamar saya ada di sebelahnya LSP gitu ya?) alias rumah-kampus (itu pun cuma ketemu pembimbing doang trus pulang lagi) yang perjalanannya saja kadang lebih lama dari bimbingannya, saya bisa mampir ke Comlabs dulu. Keterlambatan saya yang berujung dimarahin pembimbing malah membuat saya akhirnya punya waktu luang untuk me-refresh eksistensi saya di dunia maya (ceileh..bahasanya).

Ternyata email Yahoo! saya penuh dengan unread message. Kebanyakan dari milis TI2004. Undangan pernikahan yang sudah dikirim satu minggu lalu pun baru saya baca hari ini. Banyak juga email dari Facebook, berhubung banyak sekali kegiatan foto-foto yang saya ikuti minggu lalu. Rupanya si empunya kamera sudah mengupload ke account facebook masing-masing dan men-tagged nama-nama di dalamnya.

Selesai mengecek facebook dan friendster, saya mencoba blog walking. Banyak yang menarik. Saya mencoba membuka salah satu blog milik teman saya yang kini bekerja di Jakarta. Saya coba buka salah satu link di blogroll-nya. Milik seorang wanita yang entah berkuliah di mana, tinggal di mana, tapi yang saya kagetkan ternyata dalam blog tersebut ada link ke blog salah satu mantan ketua himpunan jurusan saya.

What a small world! Dari satu teman saya yang sama sekali tidak ada kaitan dengan kampus saya, hanya dengan dua tingkat pertemanan saja saya sudah menemukan lingkaran yang menghubungkan semua orang ini. Dunia ini memang sempit ya...

Sunday, March 16, 2008

Musibah atau Berkah?

Ini sudah kedua kalinya saya absen kelas pemodelan gara-gara terlambat bangun. Aneh, padahal tiap jumat saya bisa bangun maksimal jam 6 pagi untuk kuliah KPB jam 7(meskipun karena tahu dosennya tidak pernah datang tepat waktu, sehingga saya tetap saja tiba di kampus jam setengah 8 pagi). Tapi, itu kan tidak menghilangkan fakta bahwa saya bisa bangun pagi? Saya sedikit menyesal karena tertidur lagi setelah sahur dan shalat subuh tadi. Bukannya apa-apa, sayang sekali kalau saya harus melewatkan dua kali kuliah ini dengan alasan yang sama sekali unacceptable.
Bukan, bukan karena saya naksir dosennya yang kata cewek2 di jurusan saya ganteng itu. Sumpah!(Mengantisipasi tuduhan seorang oknum yang tidak bertanggungjawab yang akan mencemarkan nama baik saya^_^)
Cuma sayang aja..Masalahnya si dosen ini termasuk orang yang sangat sibuk, saking sibuknya, sampai sekarang dia sudah 5 kali absen ngajar, dikurangi dua kali minggu lalu saat beliau sakit.
Katanya sih dosen ini memang bukan tipe dosen yang mementingkan absen. But, who knows? Bisa saja di akhir semester ia berubah pikiran dan memberi nilai E pada siapa saja yang absennya kurang dari 80% kehadiran dia. Dan mengingat kehadiran beliau saja sedikit, berapa absen yang diperbolehkan untuk mahasiswa ?
Saya sendiri sudah merencanakan 1 kali absen tambahan setelah ini untuk mengambil data untuk kepentingan TA saya di Tangerang. Makanya, saya cukup panik dengan keterlambatan saya hari ini..

Tapi, mungkin karena darah Sunda memang sangat kental di tubuh saya, ada saja yang saya syukuri. (Kata orang, orang sunda selalu berkata "untung we.." - untung saja). Setelah beberapa saat duduk di depan Lab POSI, saya akhirnya turun ke lantai 3, tepatnya masuk ke perpustakaan dengan 2 tujuan :
1. Mengembalikan buku dan memperpanjang peminjaman buku
2. Browsing

Ternyata sampai di sini tujuan saya yang kedua tidak tercapai. Tiga dari 10 komputer mati karena masalah listrik. Tapi, setelah saya melirik ke kanan sedikit, seseorang yang menghilang beberapa waktu ini sedang duduk di sana.
Yah, berhenti sampai situ aja deh..Kalau dilanjutkan, kelihatannya bisa bahaya..:P